
Dalam rangka memperingati Hari Lahir Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) yang ke-11, mahasiswa Program Studi PBA STAI DR. KH. EZ. Muttaqien menyelenggarakan kegiatan perlombaan Ghina Aroby dan Pidato.Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Gedung Ramli lantai 1 STAI DR. KH. EZ. Muttaqien pada Minggu, 1 Februari 2026.
Acara ini dibuka oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kepegawaian, Bapak Siswanto, M.Sos., serta melibatkan Pengurus HIMA dan mahasiswa PBA. Turut dihadiri oleh para dosen, alumni, dan tamu undangan.Ketua pelaksana Faris Labib, memaparkan bahwa perlombaan yang diselenggarakan meliputi cabang Ghina Aroby dan pidato Bahasa Arab. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 42 peserta yang berasal dari kalangan siswa hingga mahasiswa di Kabupaten Purwakarta.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi PBA, Bapak Ahmad Fajar, M.Ag., menuturkan bahwa memasuki usia ke-11 tahun, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) STAI DR. KH. EZ. Muttaqien mencatat berbagai capaian penting sejak berdiri pada Januari 2015 hingga Januari 2026. Selama rentang waktu tersebut, Program Studi PBA telah meluluskan sekitar 150 mahasiswa pada periode 2015–2021. Para lulusan tersebut kini berkiprah di berbagai bidang, di antaranya sebagai kiai, dosen, guru, serta penggiat seni kaligrafi.Dari sisi pengembangan akademik, kurikulum Program Studi PBA terus diperbarui secara berkala setiap dua tahun sekali agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman dan dunia pendidikan.
Selain itu, para dosen PBA juga secara aktif melakukan peningkatan dan pembaruan keilmuan melalui berbagai kegiatan pengembangan kompetensi.Capaian lainnya ditunjukkan melalui produktivitas akademik yang tinggi, dengan ratusan publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa. Tidak hanya itu, puluhan penghargaan juga berhasil diraih oleh dosen dan mahasiswa Program Studi PBA sebagai bentuk pengakuan atas prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan Bahasa Arab di tengah perkembangan global. Menurutnya, Bahasa Arab tidak hanya berperan sebagai bahasa agama, tetapi juga merupakan salah satu dari enam bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, Bahasa Arab digunakan secara luas di lebih dari 25 negara dan dituturkan oleh sekitar 400 juta penutur di berbagai belahan dunia, sehingga memiliki posisi strategis dalam komunikasi internasional, pendidikan, dan kerja sama antarbangsa.
Sebagai penutup, mengutip dari Bapak Drs. TB. Abdul Hamid, bahwa manusia memiliki dua potensi utama yang harus terus dikembangkan, yaitu potensi dzikir dan pikir. Potensi dzikir berperan dalam membentuk kesadaran spiritual dan kedekatan kepada Tuhan, sedangkan potensi pikir menjadi dasar dalam mengasah nalar, ilmu pengetahuan, serta kemampuan berpikir kritis. Melalui pengembangan keduanya secara seimbang, diharapkan mahasiswa tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan moral dan spiritual dalam menghadapi tantangan zaman.
Penulis : Ismi Nida Fatimah